
1) Siti Khadijah
- Beliau merupakan isteri Rasulullah s.a.w yg melahirkan anak2 Rasulullah, setia dan menyokong Rasulullah walaupun ditentang hebat oleh org2 kafir dan musyrik, menghantarkan makanan kpd Baginda ketika Baginda beribadat di Gua Hira'.
2) Siti Fatimah
- Anak Rasulullah yg tinggi budi pekertinya. Sangat kasih dan setia kpd suaminya Ali karamallahu wajhah walaupun Ali miskin. Tidur berkongsikan 1 bantal dan kdg2 berbantalkan lengan Ali. Rasulullah pernah b'kata aku takkan maafkan kamu wahai Fatimah sehinggalah Ali maafkan kamu.
3) Siti A'ishah
- Beliau isteri Rasulullah yg paling romantik. Sanggup berkongsi bekas makanan dan minuman dgn Rasulullah. Di mana Nabi s.a.w minum di situ beliau akan minum menggunakan bekas yg sama.
4) Siti Hajar
- Isteri Nabi Ibrahim yg patuh kpd suami dan suruhan Allah. Sanggup ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim atas suruhan Allah demi kebaikan. Berjuang mencari air utk anaknya Nabi Ismail (Pengorbanan seorg ibu mithali).
5) Siti Mariam
- Wanita suci yg mmg pandai menjaga kehormatan diri dan mempunyai maruah yg tinggi sehingga rahimnya dipilih oh Allah s.w.t utk mengandungkan Nabi Isa.
6) Siti Asiah
- Isteri Firaun yg tinggi imannya dan tidak gentar dgn ujian yg dihadapinya drpd Firaun Laknatullah.
7) Siti Aminah
- Wanita mulia yg menjadi ibu kandung Rasullullah. Mendidik baginda menjadi insan mulia.
8) Siti Muti'ah
- Isteri yg patut dicontohi dan dijanjikan Allah syurga untuknya kerana setianya kpd suami, menjaga makan minum, menyediakan tongkat utk dipukul oleh suaminya sekiranya layanannya tidak memuaskan hati, berhias dgn cantik utk tatapan suaminya sahaja.
9 ) Siti Zubaidah
- Wanita kaya dermawan yg menjadi isteri Khalifah Harun Al-Rashid. Sanggup membelanjakan semua hartanya utk membina terusan utk kegunaan org ramai hanya niat kerana Allah s.w.t.
* 9 Siti ini adalah petikan drpd kata2 Ustazah Siti Norbahiah Mahmud dlm rancangan Halaqah TV9 bertajuk 'SITI IMPIAN'. Adakah kita tergolong antara Siti2 ini? Tapi bukan SITI NURHALIZA ye!!!.Tepuk dada tanya iman. Sama2 kita tingkatkan ilmu kita utk menjadi insan yg lebih baik di Bumi Allah ini, insyaAllah.

AISYAH Binti ABU BAKAR r.a
Istri - istri Rasulullah SAW
--------------------------------------------------------------------------------
Rasulullah SAW membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah r.a yang telah banyak dikenal. Ketika wahyu datang pada Rasulullah SAW, Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah istrinya didunia dan diakhirat, sebagaimana diterangkan didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah r.a, " Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutra hijau kepada Nabi SAW, lalu berkata.' Ini adalah istrimu didunia dan di akhirat." Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah SWT yang menerangkan kesuciannya dan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik.
Aisyah dilahirkan empat tahun sesudah Nabi SAW diutus menjadi Rasul. Semasa kecil dia bermain-main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah SAW usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebagian besar riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya.
Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a datang wahyu kepada Nabi SAW untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu Nabi SAW berkata kepada Aisyah, " Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutra seraya berkata,' Ini adalah istrimu.' Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya,' Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan terlaksana."
Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah SAW setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk didalamnya Aisyah r.a.
Dengan izin Allah SWT menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham. Aisyah tinggal dikamar yang berdampingan dengan masjid Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Dihati Rasulullah SAW, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, " Cinta pertama yang terjadi didalam Islam adalah cintanya Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a."
Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan "Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah dihadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya,' Sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti istri kecintaan Rasulullah SAW." Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah SAW terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, 'Demi Allah SWT, dia adalah manusia yang paling beliau cintai selain ayahnya (Abu Bakar)'.
Di antara istri-istri Rasulullah SAW, Saudah bin Zum`ah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah SAW rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah SAW. Menjelang wafat, Rasulullah SAW meminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah berkata, "Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah SAW wafat dipangkuanku."
Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah SAW selama sakit dikamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Rasulullah SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, "Jika yang engkau lihat itu benar, maka dirumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia dimuka bumi." Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar berkata, "Beliau adalah orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu." Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur dirumah Aisyah.
Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir Allah SWT dan selalu berdiam diri didalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah SWT.
Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah kemakam Nabi SAW. Ketika istri-istri Nabi SAW hendak mengutus Ustman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi SAW yang merupakan bagian mereka, Aisyah justru berkata, "Bukankah Rasulullah SAW telah berkata, 'Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah."
Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Didalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal.
Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah SAW jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Aisyah termasuk wanita yang banyak menghapalkan hadits-hadits Nabi SAW, sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.
Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 th, bertepatan dengan bulan Ramadhan,th ke-58 H, dan dikuburkan di Baqi`. Kehidupan Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah SAW, selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. Dimana sabda Rasul, "Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma." (HR. Ahmad )
Dikutip dari: Amru Yusuf/ Istri Rasulullah, contoh dan teladan.
Oleh :
Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

KUALA LUMPUR 27 Mei - Sekumpulan ahli akademik dan profesional sudah memulakan kajian terhadap cadangan kerajaan untuk mengehadkan jumlah subjek yang boleh diambil pelajar dalam peperiksaan Sijil Pelajaran Malaysia (SPM).
Timbalan Menteri Pelajaran, Datuk Dr Wee Ka Siong berkata, kajian itu yang dijalankan atas arahan Timbalan Perdana Menteri dan Menteri Pelajaran, Tan Sri Muhyiddin Yassin pada minggu lepas, akan melibatkan semua aspek.
"Kita kena ambil kira semua dan melihatnya dari semua dimensi. Bagaimana kita membandingkan tahap kecemerlangan pelajar dalam hal ini?
"Adakah dapat 21 A itu cemerlang, tetapi yang skor A dalam semua sembilan matapelajaran yang diambil oleh seorang lagi pelajar tidak pula cemerlang? Kalau dia cemerlang sebab ambil banyak matapelajaran yang bertindih, tidak bawa apa-apa maknanya," katanya.
Beliau berkata demikian kepada pemberita selepas melancarkan Program Pelatih Jurukur Bahan Kolej Tunku Abdul Rahman-Gamuda di sini, hari ini.
Wee berkata, kementerian juga sedang menjalankan kajian kenapa ada pelajar yang mahu mengambil banyak subjek dalam SPM dan tujuan mereka berbuat demikian. - BERNAMA

KUALA LUMPUR, 6 April (Hrkh) - Peralihan kuasa yang berlaku dalam pemilihan Umno baru-baru ini bukanlah indikator yang efisyen bagi merubah parti itu.
Iklan
Sebaliknya ramai melihat Umno/BN masih tidak berubah dan parti itu tidak berkemampuan menawan kerusi Bukit Gantang dalam pilihan raya kecil ini akibat parti itu gagal berubah sepenuhnya.
Walaupun dengan kemasukan bekas Presiden, Tun Dr Mahathir Mohamad ke pangkuan Umno semula, parti itu masih belum dapat diterima atau diyakini oleh rakyat, kata Ketua Pemuda PAS Negeri Sembilan, Mohd Taufek Abdul Ghani.
"Kemasukan semula Mahathir tidak akan mendatangkan kesan kepada corak kepimpinan Umno yang dilihat semakin terdesak memenangi hati rakyat dan bukannya satu ancaman kepada Pakatan Rakyat," katanya yang juga Adun Paroi.
"Penyertaan semula Tun Mahathir dalam Umno bukan ancaman kepada Pakatan Rakyat khususnya PAS memandangkan ketika beliau meninggalkan Umno dahulu, tiada pihak yang memintanya menarik balik hasrat berkenaan malah turut mengutuknya.
"Sekejap keluar dan kemudian masuk parti adalah lumrah bagi pemimpin Umno kerana mereka tidak mempunyai pendirian tetap dan jati diri telus dalam perjuangan membela hak rakyat," tegasnya.
Baginya, generasi muda tidak akan melihat ini satu perubahan, dan peralihan kuasa yang berlaku dalam Umno tidak akan mendatangkan kesan kepada parti yang hampir karam itu,
Menyentul hal yang sama, Pensyarah Sains Politik, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Dr Nidzammuddin Sulaiman dalam satu ulasan pada akhbar harian berkata, dari sudut pandangan luar parti terbesar itu dilihat masih berada di takuk lama.
Orang ramai, pengundi luar, pertubuhan bukan kerajaan (NGO) dan masyarakat sivil memberi andaian Umno tidak pernah berubah sepenuhnya serta ragu parti itu akan pulih, katanya.
Beliau melihat, seolah-olah Umno hanya pulih di kalangan ahli parti mereka sahaja, walau bagaimana pun orang luar masih mengaitkan pemimpin mereka dengan politik wang.
Hal ini kata Taufek akan memberi kesan kepada pengundi pada pilihan raya Bukit Gantang. - MKS._
Beberapa cadangan bahan bacaan asas untuk pembinaan thaqafiyah dan ruhiyyah para mujahidah zaman ini:
Pertama : Aqidah
Al-Aqaid Hassan al-Banna
Allah Fil Aqidatil Islamiyah Hassan al-Banna
Allah Sai’d Hawwa
Ar-Rasul Sai’d Hawwa
Aqidatul Muslim Muhammad al-Ghazali
Haqiqatut Tauhid Yusuf al-Qaradhawi
Al-Iman Walhayat Yusuf al-Qaradhawi
Kedua: Fiqh al-Ibadat
Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
Ta’lim Taharah Wassolah Hassan Ayyub
Fiqhun Nisa’ Fi azzakat wassiam Muhammad Atiyah Khamis
Mau`izatul Mu`minin Al-Allamah al-Qasimi
Ibadatu fil Islam Yusuf al-Qaradhawi
Ketiga: al-Quran dan TafsirKalimat al-Quran Hasanain Makhluffsir Surah al-Fatihah Hassan al-Banna
At-Tibyan fi Hamlati al-Quran Imam Nawawi
Fi Zilal al-Quran Said Qutub
Tafsir al-Al-Quran al-`azim Ibnu Kathir
Ta
Keempat: Hadith NabawiRiyadus Salihin Imam Nawawi
Al-Arba`in an-Nawawiyah Imam Nawawi
Kelima: Sirah NabawiyahFiqh as-Sirah Muhammad al-Ghazali
Ar-Rasul (2 juzuk) Sai’d Hawwa
As-siratun Nabawitah-Durus Wa `Ibar Mustafa Sibai’e
Keenam: Akhlak, Tarbiyah, dan TasaufTarbiyatuna Ruhiyah Sai’d Hawwa
At-tarbiyah ar-Ruhiyyah Ali Abdul Halim Mahmud
Ruhaniyah ad-Da’iyah Abdullah Nasih Ulwan
Ihya’ Ulumuddin Imam Al-Ghazali
Jundullah Akhlaqan wa saqafatan Sai’d Hawwa
Tarbiyatul Awlad (2 juzuk) Abdullah Nasih Ulwan
Akhlaquna al-Ijtimaiyah Mustafa as-sibai’e
Ketujuh: Harakiah dan SemasaHadirul al-Alami Islami Syakib Araslan
Harakat wa Mazahib fi Alami al-Islami Fathi Yakan
Usul Dakwah Abdul Karim Zaidan
Kaifa Nad`uu ilal Islam Fathi Yakan
Silsilah Fiqh Dakwah Abdullah Nasih Ulwan
*buku-buku fiqh dakwah Mustafa Masyhur


